Mengenal Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati Kanker Payudara

Mengenal Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati Kanker Payudara

Penyakit kanker payudara merupakan penyakit yang pada umumnya menyerang para wanita, meskipun demikian tak menutup kemungkinan para pria untuk terserang penyakit kanker payudara dengan perbandingan 1 diantara 1000. Hingga saat ini para ahli peneliti masih belum mengetahui akan penyebab pasti dari munculnya kanker payudara.

Pada tahun 2012 di Indonesia penderita kanker payudara mencapai 40 kasus dari 100.000 penduduk. Jika dibandingan dengan Negara Malaysia, Indonesia dapat dikatakan memiliki jumlah penderita kanker payudara lebih banyak dengan usia yang masih muda. Kanker payudara pada umumnya terbagi menjadi dua kategori, yakni invasif dan non-invasif.

Kanker payudara invasive merupakan kanker payudara duktal invasive yang berkembang di sel-sel pembentuk saluran payudara. Kanker payudara non-invansif biasanya ditemukan melalui mamografi karena jarang menimbulkan benjolan. Kedua jenis kanker payudara diatas, dapat menyerang seseorang karena beberapa faktor yang dapat mempengaruhi resiko terserang kanker payudara, berikut beberapa diantaranya, :

Benjolan Jinak Yang Pernah Dimiliki

Memiliki sebuah benjolan yang bersifat jinak, tidak berarti Anda mengidap penyakit kanker payudara. Namun benjolan tertentu dapat memicu resiko terjangkit kanker payudara.

Riwayat Keluarga

Jika Anda memiliki anggota keluarga yang mengidap kanker payudara seperti kakak, ibu, adik, atau anak, resiko Anda untuk terjangkit kanker payudara meningkat. Faktor ini biasanya menjadi salah satu penyebab kanker payudara tertinggi di Indonesia.

Faktor Usia

Hal ni menjadi sangat wajar, mengingat pada usia lanjut atau pada masa menopause umumnya memiliki daya tahan tubuh yang rendah sehingga akan dengan mudah terserang oleh penyakit. Bahkan beberapa peneliti menyatakan bahwa kasus kanker payudara sekitar 80% terjadi pada wanita usia lanjut.

Kelebihan Berat Badan Atau Obesitas

Memiliki bobot berlebihan ketika berusia lanjut atau pada masa menopause akan meningkatkan produksi hormon estrogen. Hal ini merupakan salah satu penyebab kanker payudara.

Mengkonsumsi Minuman Beralkohol

Sudah sejak lama para peneliti memperingatkan untuk tidak dan berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol. Bukan tanpa alasan, mengkonsumsi minuman beralkohol dapat menicu resiko terkena penyakit – penyakit mematikan seperti kanker payudara.

Gejala Kanker Payudara

Pada umumnya kanker payudara dapat dideteksi dengan adanya penebalan kulit atau benjolan pada area payudara, namun 9 dari 10 benjolan yang muncul bukan termasuk benjolan yang diakibatkan oleh kanker. Selain itu beberapa gejala lain yang biasanya dialami oleh para penderita kanker payudara diantaranya :

  • Rasa nyeri pada area payudara atau ketiak yang tidak memiliki hubungan dengan siklus menstruasi.
  • Keluar cairan dari putting, biasanya disertai dengan darah
  • Berubahnya salah satu ukuran payudara atau keduanya, perubahan bentuk putting, serta mengerutnya kulit payudara.
  • Gatal – gatal hingga muncul ruam di area payudara
  • Gejala kanker payudara diatas perlu Anda waspadai, dan segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi tubuh Anda.

Cara Mencegah Kanker Payudara

Cara mencegah kanker payudara secara total masih belum diketahui secara pasti, mengingat penyebab dari kanker payudara yang sampai saat ini masih belum diketahui. Namun kita dapat meminimalisirnya dengan melakukan beberapa tips untuk menurunkan resiko terkena kanker payudara seperti berikut :

Menerapkan gaya hidup sehat. Anda bisa melakukannya dengan mengurangi asupan makanan vyang mengandung lemak jenuh untuk menyeimbangkan berat badan Anda agar tetap ideal. Melakukan olahraga secara rutin dan teratur.

Menurut para peneliti wanita yang menyusui memiliki resiko lebih rendah untuk terjangkit kanker payudara. Hal ini disebabkan oleh masa ovulasi mereka tidak menjadi rutin saat sedang menyusui sehingga tingkat estrogen akan tetap stabil. Beberapa cara mencegah kanker payudara tersebut pelu dipertimbangkan untuk Anda terapkan demi menjaga kesehatan dan keberlangsungan hidup Anda.

Gejala, Penyebab Dan Pengobatan Kanker Saluran Empedu

Gejala, Penyebab Dan Pengobatan Kanker Saluran Empedu

Kanker saluran empedu merupakan suatu kanker yang diakibatkan oleh pembelahan dan pertumbuhan sel – sel tidak normal yang ada dalam empedu. Meskipun penyakit kanker saluran empedu masih jarang ditemui namun setiap tahunnya selalu ada peningkatan dalam jumlah kasus penderita kanker saluran empedu. Kanker saluran empedu cendereung dialami oleh kaum wanita.

Penyakit ini bisa dikatakan sebagai salah satu penyakit mematikan karena banyak peneliti yang menyatakan bahwa harapan hidup penderita kanker saluran empedu maksimal hanya 5 tahun dengan presentase yang dimiliki hanya 3% saja.

Gejala Kanker Saluran Empedu

  1. Nyeri Pada Area Perut. Gejala kanker saluran empedu sangat umum terjadi dikalangan masyarakat hanya saja yang membedakan rasa sakitnya akan sangat terasa pada bagian kuadran kanan atas yang disertai dengan mual – mual hingga muntah dan perut kembung. Setelahnya penderita akan mengalami penurunan berat badan secara signifikan.
  2. Nafsu Makan Menurun. Peradangan yang terjadi pada dinding empedu akan menimbulkan efek tidak nafsu makan pada sang penderita kanker saluran empedu.
  3. Urin Memiliki Warna Keruh. Pada umumnya penderita kanker saluran empedu cenderung memiliki warna urine yang lebih keruh atau lebih gelap dari warna urine pada biasanya. Hal ini diakibatkan oleh pengingkatan bilirubin dalam daran.
  4. Benjolan Pada Perut. Benjolan ini akan terasa pada bagian perut kanan atas. Pada saat diraba akan terasa sangat sakit, dan rasa sakit ini akan terasa seperti menyebar ke area dalam perut bahkan dapat mencapai bahu sebelah kanan.

Penyebab Kanker Saluran Empedu

Dibawah ini beberapa penyebab kanker empedu yang dirangkum dari berbagai sumber. Antara lain sebagai berikut :

  1. Menopause Dan Menstruasi Dini. Menopause dan menstruasi dini pada wanita dapat memicu resiko terkena kanker saluran empedu. Ketika Anda mengalami masa menstruasi lebih awal dari kebanyakan wanita pada usia Anda, maka Anda juga akan mengalami menopause lebih awal. Hal inilah yang menjadi penyebab kanker saluran empedu menyerang tubuh Anda.
  2. Penderita Polip Kandung Empedu. Kanker saluran empedu akan memiliki potensi yang cukup besar menyerang pada penderita polip kandung empedu. Terjadinya pembesaran pada polip akan meningkatkan resiko 23% terkena kanker saluran empedu. Jika ukuran polip melebihi atau mencapai 10mm.
  3. Penderita Batu Empedu. Penderita batu empedu memiliki potensi 38 kali lebih besar terjangkit kanker saluran empedu disbanding mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit empedu. Maka lakukanlah pengecekan ke dokter secara rutin untuk memastikan kesehatan tubuh Anda.

Faktor resiko kanker saluran empedu lainnya sebagai berikut :

  • Kebiasaan merokok berlebihan dengan jumlah dan frekuensi banyak
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan kalori tinggi
  • Mengkonsumsi mkanan yang pedas
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet

Cara Mengobati Kanker Saluran Empedu

Operasi Atau Pembedahan

Cara mengobati kanker saluran empedu ini merupakan pengobatan medis yang dilakukan secara langsung untuk mengangkat sel tumor penyebab kanker. Tumor yang diangkat ada yang seluruhnya ada juga yang hanya sebagian saja.

Kemoterapi

Kemoterapi untuk mengobati kanker saluran empedu dilakukan untuk meredakan gejala – gejala yang muncul akibat pertumbuhan sel kanker di dalam empedu. Prosedur ini akan membantu mengatasi dan mengurangi rasa nyeri, dan gatal – gatal. Bahkan hingga munculnya nanah dalam empedu pun dapat ditangani dengan cara mengobati kanker saluran empedu dengan kemotherapi ini.

Untuk penanganan yang lebih cepat, Anda tentunya diharuskan untuk berkonsultasi dengan dokter ahli dan melakukan pengecekan secara berkala, untuk mencegah dan meminimalisir keadaan terburuk yang akan kita alami.

Gejala, Penyebab Dan Cara Mencegah Kanker Paru – Paru

Gejala, Penyebab Dan Cara Mencegah Kanker Paru – Paru

Kanker paru – paru merupakan salah satu kanker yang paling bisa dicegah diantara kanker – kanker yang lainnya. Mengingat penyebab utama kasus kanker paru – paru 80% hingga 90% kasus kanker paru – paru berhubungan dengan kebiasaan buruk merokok.

Serupa dengan kanker yang lain kanker paru – paru pun tidak memiliki ciri atau gejala khusus yang spesifik pada gejala awal kanker paru – paru. Namun pada umumnya ditandai dengan batuk berkelanjutan hingga mengalami batuk darah, kelelahan tanpa alasan, penurunan berat badan dan sering kehabisan napas.

Gejala Kanker Paru – Paru

Selain gejala kanker paru – paru yang disebutkan diatas, pada umumnya seseorang yang mengidap penyakit kanker paru – paru mengalami gejala awal dan gejala lanjutan seperti berikut :

  • Batuk terus menerus dan bertambah parah, hingga mengalami batuk darah
  • Nyeri di dada dan sesak napas
  • Mengalami kelelahan tanpa alasan
  • Sakit Kepala
  • Pembengkakan pada leher dan wajah
  • Sakit pada tulang, bisa terasa pada lengan atau tangan, bahu
  • Kehilangan selera makan
  • Suara menjadi serak
  • Sakit dan merasa sulit ketika menelan sesuatu
  • Ujung jadi berubah menjadi cembung.

Apabila Anda merasa beberapa gejala kanker paru – paru diatas terjadi pada tubuh Anda, segerakan periksa ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan apa yang terjadi pada tubuh Anda.

Penyebab Kanker Paru – Paru

Penyebab kanker paru – paru yang paling banyak ditemukan pada kasus kanker paru – paru sebagian besar merupakan perokok, baik perokok aktif maupun perokok pasif. Keduanya memiliki resiko yang sama besarnya. Berikut beberapa penyebab kanker paru – paru lainnya .

  • Polusi Udara

Asia tenggara memiliki posisi kedua sebagai wilayah yang menyumbangkan buruknya polusi udara di dunia berdasarkan data dari WHO. Polusi udara seperti asap kendaraan, atau asap pabrik menjadi polusi udara yang menyebabkan resiko terjangkit penyakit kanker paru – paru meningkat. Perbandingannya sekitar 1 dari 100 kematian disebabkan oleh kanker paru – paru yang disebabkan oleh polusi udara yang tinggi.

  • Pajanan Di Tempat Kerja

Beberapa profesi atau pekerjaan memiliki resiko terjangkit kanker paru – paru seperti pekerjaan yang mengharuskan berhadapan dengan senyawa kimia. Pegawai yang terkena pajanan beberapa senyawa kimi seperti abses, nikel, silica, batu bara, arsenic yang memiliki sifat karsinogenik memiliki resiko lebih tinggi untuk terserang kanker paru – paru.

Cara Mencegah Kanker Paru – Paru

Kanker paru paru merupakan salah satu dari sekian banyak jenis kanker yang dapat dicegah. Berikut beberapa cara mencegah kanker paru – paru yang dapat dilakukan :

  • Stop Merokok Dan Hindari Perokok Pasif

Mengingat rokok merupakan penyebab utama seseorang terjangkit kanker paru – paru. Cara mencegah kanker paru – paru yang pertama Anda diharuskan menghindari rokok atau para perokok aktif, meskipun Anda tidak meroko, tapi hanya dengan menghisap asap rokoknya saja Anda sudah memiliki resiko mengidap kanker paru – paru. Jadi segeralah berhenti merokok dan menghindari para perokok paktif.

  • Konsumsi Menu Makanan Sehat

Biasakan diri untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki nutrisi dan gizi yang baik untuk tubuh guna mencegah berbagai macam penyakit termasuk mencegah kanker paru – paru. Sayur dan buah – buahan sebaiknya dijadikan sebagai menu utama harian Anda. Hindari untuk mengkonsumsi pil atau vitamin atau obat – obatan suplemen tubuh. Alangkah baiknya gunakan bahan – bahan alami saja, hindari penggunaan bahan- bahan kimia yang cenderung memiliki efek samping.

Cara Menghilangkan Bau Saluran Air Kamar Mandi

Cara Menghilangkan Bau Saluran Air Kamar Mandi

Munculnya bau tak sedap dari dalam kamar mani biasanya disebabkan oleh saluran pembuangan air yang tersumbat. Hal ini bisa terjadi karena ada benda yang nghalangi air untuk lewat seperti sisa makanan atau tumpukan rambut yang tersangkut. Tak sedikit yang merasa resah dan kebingungan mencari alternative cara menghilangkan bau saluran air kamar mandi. Jika dibiarkan benda – benda tersebut lama – lama akan bercampur dengan material lain sehingga akan membusuk dan menjadi sarang bakteri yang menyebabkan penyakit serta yang paling mengganggu ialah mengeluarkan bau yang sangat tidak sedap.

Solusi cara menghilangkan bau saluran air kamar mandi yang paling jitu untuk menangani masalah ini ialah dengan sering membersihkan wastafel dapur dan kamar mandi secara rutin. Anda bisa menggunakan bubuk baking soda dan cuka untuk mengikis dan menghancurkan lemak, sisa – sisa makanan serta bau pada bagian dalam pipa air kotor.

Selain karena hal – hal yang disebutkan diatas beberapa faktor pemicu bau tak sedap pada kamar mandi lainnya adalah sebagai berikut :

  • Kebiasaan buruk setelah buang air kecil. Ada beberapa orang yang memiliki kebiasann buruk tidak menyiram atau mengguyur dan membersihkan kembali toilet bekas membuang air kecil. Hal ini akan menimbulkan bau busuk jika dibiarkan berlama – lama. Hilangkan kebiasaan buruk ini, siram selalu air seni yang sudah dikeluarkan agar tidak menimbulkan bakteri penyebab bau busuk dan penyakit.
  • WC yang tidak dibilas dan dibersihkan dengan sempurna mengundang lalat dan menimbulkan bau tak sedap. Selalu sediakan pembersih WC terbaik Anda untuk membersihkan Toilet.
  • Kerak kapur yang menempel pada gagang shower, bak kamar mandi, lantau atau dinding merupakan tempat yang nyaman bagi para kuman penyebab penyakit. Selain itu kuman – kuman ini juga dapat menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat. Jika dibiarka lama – lama bau busuknya akan semakin menyengat dan warna nya pun berubah serta akan sedikit sulit ketika dibersihkan.
  • Kecoa penghuni kamar mandi akan menimbulkan bau tajam yang mengganggu akibat dati feromon yang dikeluarkan oleh kecoa. Sediakan selalu semprotan pembasmi serangga sebagai salah satu cara menghilangkan bau saluran air kamar mandi.

Anda juga dapat melakukan cara menghilangkan bau saluran air kamar mandi dengan menggunakan soda berikut ini :

Siapkan baking soda baru 1 cangkir

  • Tuangkan 1 cangkir baking soda kedalam saluran pembuangan air yang mampet atau memiliki bau yang tidak sedap. Pastikan serbuk baking soda mencapai bagian yang menyumbat pada pipa.
  • Tuangkan dua cangkirair mendidih kedalamnya dan diamkan selama beberapa menit.
  • Tambahkan kembali bubuk banking soda ke dalam pipa, kemudian tuangkan satu cangkir cuka
  • Tutup lubang saluran air. Anda akan mendengar suara gemuruh dari dalam pipa dan akan mengeluarkan buih – buih. Jangan khawatir ini merupakan salah satu reaksi dari campuran bahan – bahan tersebut.
  • Ketika buih – buih sudah mulai menghilang, tuangkan kembali 2 cangkir air mendidih

Selain melakukan cara menghilangkan bau saluran air kamar mandi diatas Anda juga harus membiasakan diri untuk menjaga kebersihan lingkungan wastafel dan kamar mandi agar bau tak sedap tak lagi muncul di dalam kamar mandi. Pastikan untuk menyempatkan atau menentukan jadwal untuk membersihkan kamar mandi secara rutin. Gunakan saringan pada lubang pembuangan untuk menghadang rambut atau sisa makanan yang terbuang ke saluran pembuangan air.

Gejala, Penyebab Dan Cara Mencegah Kanker Pankreas

Gejala, Penyebab Dan Cara Mencegah Kanker Pankreas

Kanker pankreas merupakan penyakit yang diakibatkan oleh pertumbuhan tumor di dalam pankreas. Pankreas merupakan bagian dari system pencernaan berupa kelenjar besar yang memiliki ukuran sekitar 15 cm. Pada umumnya kanker pankreas sering terjadi pada pria atau wanita berusia lanjut atau yang memiliki usia diatas 75 tahun.

Organ pankreas memiliki peran yang penting dalam tubuh manusia sebagai penghasil enzim pencernaan yang memiliki fungsi untuk menguraikan makanan agar lebih mudah diserap oleh tubuh. Selain itu pankreas juga memiliki fungsi untuk memproduksi hormon, termasuk insulin yang memiliki fungsi untuk menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh.

Gejala Kanker Pankreas

Pada tahap awal seperti pada gejala kanker pada umumnya gejala kanker pankreas tidak menimbulkan gejala – gejala yang spesifik, hal ini yang menyebabkan sulitnya kanker pankreas terdeteksi. Gejala kanker pankreas lanjutan dapat diketahui tergantung dari bagian kelenjar pankreas yang terjangkit. Mengingat pankreas memiliki dua jenis jaringan kelenjar.

Pertama kelenjar eksorin yang bertugas untuk memproduksi enzim pencernaan. Kedua, Kelenjar endokrin yang bertugas memproduksi hormon. Dari kedua jaringan kelenjar dalam pankreas kelenjar eksokrin merupakan kelenjar yang paling sering memiliki kasus kanker pankreas dengan gejala yang biasa dialami seperi kehilangan berat badan, nyeri perut, nyeri punggung, dan penyakit kuning. Selain gejala – gejala tersebut gelaja kanker pankreas lain yang sering muncul pada gejala kanker pankreas lanjutan diantaranya :

  • Demam dan menggigil
  • Gatal
  • Diabetes
  • Gangguuan Pencernaan
  • Mual dan munta
  • Perubahan pola buang air besar
  • Darah Mudah emnggumpal
  • Hilangnya selera makan

Penyebab Kanker Pankreas

Hingga saat ini penyebab kanker pankreas yang menyerang manusia secara pasti masih belum diketahui. Namun terdapat beberapa faktor resiko yang akan meningkatkan peluang terjangkit kanker pankreas diantaranya sebagai berikut :

  • Berusia diatas 75 tahun
  • Merokok. Racun dan zat berbahaya yang terkandung dalam rokok dapat menjadi salah satu pemicu atau penyebab kanker pankreas. Karena zat yang berbahaya yang terkandung dalam rokok dapat menyebabkan jaringan serta organ di dalam tubuh mengalami peradangan dan juga iritasi.
  • Tidak melakukan aktivitas fisik. Secara logika seseorang yang tidak memiliki aktivitas fisik yang banyak otomatis tidak memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Secara tidak langsung akan dapat dengan mudah terserang penyakit termasuk penyakit kanker pankreas ini. Selain itu orang yang memiliki berat badan berlebih dan tidak membiasakan diri melakukan pola hidup sehat juga memiliki resiko yang sama
  • Pernah mengalami peradangan pada pankreas atau pankreatis
  • Memiliki sanak saudara yang menderita penyakit kanker pankreas

Cara Mencegah Kanker Pankreas

Mengingat masih belum adanya cara mendeteksi dini penyakit kanker pankreas, ada baiknya jika kita melakukan pencegahan agar tidak terjangkit kanker pankreas. Anda dapat melakukan beberapa cara mencegah kanker pankreas berikut ini :

  1. Menjaga berat badan, seperti yang disebutkan diatas bahwa berat badan berlebih memiliki resiko terkena serangan penyakit kanker pancreas. Selain kanker pancreas memiliki berat badan berlebih atau obesitas juga dapat dengan mudah terjangkit penyakit lainnya yang tentunya akan mempengaruhi keberlangsungan hidup Anda
  2. Kurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak hewani, perbanyak asupan makanan yang mengandung nutrisi serta serat seperti sayuran , buah – buahan dan biji – bijian
  3. Membatasi asupan protein, Diet protein merupakan salah satu cara mencegah kanker pankras yang terbilang mudah untuk dilakukan sejak dini.

Cara Mencegah, Gejala Dan Penyebab Kanker Ovarium

Cara Mencegah, Gejala Dan Penyebab Kanker Ovarium

Kanker ovarium merupakan kanker yang tumbuh dan berkembang pada indung telur atau biasa disebut ovarium. Diantara jenis – jenis kanker yang menyerang wanita pada umumnya kanker ovarium menduduki posisi ketujuh. Terdapat sekitar 239.000 kasus kanker ovarium yang menyerang wanita pada tahun 2012 silam.

Tanpa mengenal usia kanker ovarium dapat menyerang semua wanita. Namun pada umumnya kanker ovarium ditemukan pada wanita dengan usia 50 tahun keatas atau pada wanita yang sudah mengalami masa menopause.

Gejala Dan Ciri – Ciri Kanker Ovarium

Gejala kanker ovarium bisa dibilang sedikit sulit untuk dikenali. Pada stadium awal kanker ovarium cenderung tidak menimbulkan gejala yang spesifik, walaupun ada gejala – gejala yang timbul sama persis dengan gejala penyakit lain sehingga tak ada yang mengira bahwa gejala tersebut merupakan ciri – ciri kanker ovarium seperti iritasi usus atau konstipasi. Sehingga kebanyakan baru terdeteksi ketika sudah menyebar kedalam tubuh. Maka dari itu penting untuk anda khususnya wanita yang akan segera menjelang masa menopause untuk mewaspadai beberapa gejala dan ciri – ciri yang pada umumnya dialami pleh pengidap kanker ovarium, diantaranya sebaga berikut :

  • Penurunan berat badan
  • Cepat kenyang
  • Mual
  • Pembengkakan perut
  • Perut selalu terasa kembung
  • Sakit perut
  • Perubahan kebiasaan buang air besar
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Sakit ketika berhubungan intim

Segerakan periksa diri Anda ke dokter ketika Anda merasakan gejala dan ciri – ciri kanker ovarium diatas. Terlebih lagi ketika gejala tersebut tak kunjung membaik.

Cara Mencegah Kanker Ovarium

Tak ada salahnya ketika kita mencoba untuk mencegah kanker ovarium menyerang tubuh kita. Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Terlebih lagi bagi Anda yang mulai memasuki usia menopause beberapa cara mencegah kanker ovarium dibawah ini patut Anda coba.

Pola Makan Seimbang

Cobalah untuk membatasi asupan makanan yang mengandung lemak hewani yang tinggi, protein tinggi serta makanan yang memiliki kadar kalori yang tinggi. Banyak penelitian yang telah menguji bahwa ketika wanita banyak mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi lebih beresiko untuk terjangkit kanker ovarium.

Beberapa makanan yang dapat dikonsumsi untuk mencegah kanker ovarium pada wanita diantaranya sayuran seperti wortel, jagung atau makanan yang memiliki kandungan karbohidrat, Vitamin C, Vitamin A, serta makanan yang mengandung banyak serat.

Lakukan Aktivitas Fisik

Tak sedikit wanita yang merasa malas ketika diperintahkan untuk melakukan aktivitas fisik, dengan mengeluhkan merasa lelah. Namun justru aktivitas fisik inilah yang akan mempengaruhi daya tahan tubuh kita. Semakin banyak melakukan aktivitas fisik semakin kuat pula daya tahan tubuh kita. Hal ini secara tidak langsung akan membuat tubuh kita terproteksi dari serangan penyakit termasuk serangan kanker ovarium selain aktivitas fisik suasana hati yang menyenangkan pun dapat mempengaruhi daya tahan tubuh kita.

Lakukan Pemeriksaan Rutin

Wanita biasanya dapat melakukan pemeriksaan ginekologi secara teratur atau USG yang dapat secara langsung mendeteksi berbagai macam penyakit yang ada dalam ovarium. Dengan melakukan pemeriksaan ini kita akan dengan mudah untuk mencegah kanker ovarium terjangkit dalam tubuh kita. Pengobatan yang dilakukan sejak dini akan mencegah kista ovarium dan lesi lainnya terjadi, yang menyebabkan kanker ovarium. Khususnya bagi wanita diatas usia 45 tahun, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan 3 hingga 6 bulan sekali.

Ketika Anda melakukan pemeriksaan ginekologi dan ditemukan pembesaran pada ovarium. Hal ini tidak dapat langsung di diagnosis saat pemeriksaan pertama Anda diharuskan melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan penyebab dari pembesaran ovarium tersebut. Hal ini sangat penting untuk dilakukan demi mencegah kanker ovarium.

Mengenal Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati Kanker Serviks

Mengenal Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan kanker yang muncul pada bagian leher rahim wanita. Leher rahim memiliki fungsi sebagai pintu masuk menuju rahin dari vagina. Kanker serviks dapat dialami wanita dengan berbagai usia, namun kanker serviks ini cenderung lebih beresiko pada wanita yang aktif secara seksual.

Serupa dengan gejala kanker pada umumnya pada tahapan awal kanker serviks juga tidak memiliki gejala yang khusus. Gejala kanker serviks yang paling biasa dialami ialah adanya pendarahan pada vagina yang terjadi diluar masa menstruasi, setelah berhubungan intim atau selepas menopause. Namun meskipun Anda mengalami pendarahan, tak semua pendarahan ditimbulkan oleh efek dari kanker serviks. Untuk memastikannya Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter ahli. Selain pendarahan ada eberapa gejala umum lainnya yang dapat dialami para penderita kanker serviks diantaranya sebagai berikut.

Cairan aneh yang memiliki baud an warna yang tidak seperti biasanya keluar dari vagina pada umumnya memiliki warna pucat, coklat atau bahkan mengandung darah.

  • Rasa nyeri setiap kali berhubungan intim
  • Berubahnya siklus menstruasi yang tidak diketahui penyebabnya, misalnya menstruasi yang terjadi lebih dari 7 hari selama beberapa bulan.
  • Gejala kanker serviks stadium akhir
  • Terdapat darah dalam urine
  • Permasalahan pada saaat buang air kecil, hal ini biasanya disebabkan oleh penyumbatan ureter atau ginjal.
  • Penurunan berat badab
  • Nyeri pada tulang
  • Pembengkakan pada salah satu kaki
  • Nyeri pada bagian bawah dan panggul.

Penyebab Kanker Serviks

Terdapat beberapa faktor penyebab kanker serviks yang dapat meningkatkan resiko terserang kanker serviks, diantaranya :

  • Merokok

Wanita yang memiliki kebiasaan buruk merokok akan memiliki resiko dua kali lipat terjangkit kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Hal ini disebabkan oleh bahan kimia yang terkandung dalam tembakau muncul di leher rahim.

  • Berganti – Ganti Pasangan Seksual

Memiliki banyak atau lebih dari satu pasangan seksual akan meningkatkan resiko terkena kanker serviks

  • Melahirkan Anak

Semakin banyak anak yang dilahirkan oleh seorang wanita maka semakin beresiko pula wanita tersebut terserang kanker serviks. Perubahan hormon saat hamil akan membuat leher rahim lebih rentan terserang oleh kanker serviks.

  • Mengkonsumsi Pil KB Lebih Dari 5 Tahun

Mengkonsumsi pil KB dengan waktu yang sangat lama akan meningkatkan resiko terkena kanker serviks dua kali. Meskipun hal ini masih belum diketahui secara pasti alasannya.

Cara Mencegah Kanker Serviks

Cara yang paling utama yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks bersarang pada tubuh Anda ialah dengan berhubungan seks dengan aman, setia pada pasangan Anda, melakukan screening teratur pada rahim Anda, melakukan vaksinasi, berhentidari kebiasaan buruk merokok. Kebanyakan kasus kanker serviks terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman dan menimbulkan infeksi virus HPV jenis tertentu. Gunakanlah pengaman seperti kondom untuk meminimalisir terjadinya penyebaran virus HPV.

Selalu lakukan pengecekan secara rutin dan menyeluruh kepada dokter ahki untuk memeriksa keadaan rahim And. Hal ini akan memudahkan Anda ketika sesuatu yang janggal terjadi, Anda dapat melakukan penanganan dengan segera untuk mengobati kanker serviks atau mengobati sesuatu yang salah yang terjadi pada rahim Anda. Lakukan pemeriksaan screening atau pap smear untuk mendeteksi sel – sel yang berpotensi menjadi kanker dalam tubuh Anda. Jika ditemukan hal yang janggal Anda dapat melakukan pengobatan pada tahap lanjutan sesuai dengan anjuran sang dokter ahli.